PELAJAR KABUPATEN KARANGANYAR MENOLAK RADIKALISME

MBP Jateng , Karanganyar – Pelajar NU Kabupaten Karanganyar berkolaborasi dengan Forum Intelektual Muda Karanganyar mengadakan Dialog Kebangsaan bagi pelajar SMA/Sederajat siang tadi di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Kamis (29/08/2019).
 
Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 180 pelajar dari berbagai sekolah di Kabupaten Karanganyar ini mengambil tema “Upaya Pelajar Karanganyar Memahami Pancasila”
 
Pengisi materi dalam kegiatan ini berasal dari beberapa kalangan, diantaranya adalah instansi pemerintah, aparat keamanan, dan tokoh pergerakan. Pengisi materinya adalah Bupati Karanganyar Juliyatmono MM, Letkol Inf Andi Amin Latama, S.Sos (Komandan Kodim 0727 Karanganyar), AKBP Catur Gatot Efendi (Kapolres Karanganyar), dan Moh Adib Amrullah (Penulis buku dan Tokoh Muda Islam dari Jawa Timur).
 
Ketua Panitia, M Wahid Agung mengatakan bahwa kegiatan ini sebagai upaya untuk meningkatkan rasa nasionalisme bagi seluruh generasi muda di Kabupaten Karanganyar. “Ada keresahan pelajar NU dan FIM pada saat ini, yaitu kian maraknya pelajar yang terpapar ajaran intoleran dan radikalisme,” kata Wahid dalam sambutannya.
 
Menjawab keresahan yang dirasakan panitia, para pemateri memamaparkan upaya yang dapat dilakukan guna mengantisipasi gerakan radikalisme di kalangan pelajar. Bahwasannya gerakan radikal tidak hanya diantisipasi oleh para pelajar tetapi juga segenap lapisan masyarakat dan pemerintah.
 
Dalam paparannya, Bupati Karanganyar Yuliatmono merespon dengan cepat gerakan radikalisme, dan beliau menjelaskan bahwa Agama dan Pancasila tidak perlu dibenturkan, karena keduanya tidak bertentangan.
 
“Para pendiri bangsa kita adalah orang-orang yang sangat cerdas. Ada banyak elemen didalamnya, diantaranya adalah Para Ulama. Semua telah mufakat dan sepakat bahwa Pancasila dijadikan sebagai Dasar Negara Republik Indonesia,” tegas Bupati Karanganyar Yuliatmono.
Kegiatan disambut sangat antusias oleh para peserta. Mereka merasa senang dengan adanya kegiatan dialog kebangsaan ini. Salah satu peserta memberikan apresiasi yang positif, dia berpendapat bahwa kegiatan ini dapat memberikan wawasan terhadap generasi muda terkait bahaya radikalisme. Dengan dialog kebangsaan, wawasan para pelajar lebih luas, sehingga dapat menghindarkan generasi muda dari paham yang bertentangan dengan NKRI.
 
“Acaranya sangat menarik dan harapannya tahun depan ada acara seperti ini lagi” kesan salah satu peserta dari salah satu sekolah di Karanganyar.
Pada akhir kegiatan, para peserta dialog kebangsaan bersama-sama membacakan deklarasi, yang isinya pelajar Karanganyar menolak radikalisme. Deklarasi disaksikan oleh Bupati Karanganyar Yuliatmono beserta jajarannya. (dika)
 
Editor: Erie

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *