Dandim 0728/Wonogiri Hadiri Pembukaan Festival Reog Tahun 2019.

Dandim 0728/Wonogiri Hadiri Pembukaan Festival Reog Tahun 2019.

MBP Jateng, Wonogiri – Dalam rangka mengembangkan minat, bakat dan ketrampilan seni serta untuk memperingati HUT RI ke-74 tahun 2019, bertempat di alun-alun Giri Krida Bakti Wonogiri telah dilaksanakan kegiatan pembukaan festival reog Kabupaten Wonogiri, Jum’at(2/8) Malam.

Kegiatan tersebut di hadiri Wakil Bupati Edi Santosa, Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf M. Heri Amrulloh S.Sos., MH., Wakapolres Kompol Adi Nugroho, Kasatpol PP Waluyo, Kakesbangpol Sulardi, Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Bambang Haryadi, SH, MM., Kasibin Kajari Agus Sudarmanto.

Laporan kegiatan yang disampaikan oleh Plt Kepala Dinas P & K Drs. Sriyanto, MM. “Menyampaikan Festival reog akan dilaksanakan selama dua hari, dan merupakan rangkaian dari kegiatan festival seni dan budaya tahun 2019 dan kegiatan dimulai tanggal 1 Agustus yakni dengan festval band remaja yang diikuti oleh 12 grup musik remaja se-Kabupaten Wonogiri’ Ungkapnya.

Adapun maksud dan tujuan diselenggarakan festival seni budaya adalah, mengembangkan minat, bakat dan ketrampilan seni. Membangun kecintaan dan rasa memiliki terhadap seni budaya, memupuk dan menanamkan jiwa serta semangat persatuan dan kesatuan, meningkatkan apresiasi dan partisipasi dalam berkesenian, mengembangkan karakter kepribadian dan jati diri, serta dalam rangka memperingati HUT RI ke-74.

Peserta diikuti oleh 10 grup reog se-Kabupaten Wonogiri serta 2 grup reog dari luar kabupaten. Dalam festival ini akan dipilih 6 peserta terbaik untuk diberikan piala bergilir Bupati Wonogiri dan piala tetap serta uang pembinaan.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Wonogiri “Menyampaikan Kesenian reog sebagai Khasanah budaya bangsa Indonesia yang menjadi kebanggaan nasional dan menjadi aset budaya Internasional, merupakan sarana atau media yang efektif, komunikatif, tontonan yang memberikan tuntunan kepada masyarakat dalam memupuk dan menumbuh suburkan kecintaan terhadap budaya nasional. Meskipun negara kita sangat luas dan memiliki keanekaragaman budaya, namun banyak pakar serta pemerhati budaya menyatakan bahwa kebudayaan tidak mengenal batas wilayah” Tambahnya.

“Seni reog sudah mendarah daging bagi masyarakat Wonogiri, tidaklah berlebihan apabila pada peringatan hari ulang tahun kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia diselenggarakan festival reog tahun 2019. Dengan harapan, kita lestarikan dan kita jaga bersama seni budaya adiluhung yang menjadi ciri khas dan jati diri bangsa” Tutupnya.( Ang.s).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *